KUTU AIR

? KUTU AIR ?
Kutu air atau tinea pedis adalah infeksi jamur yang menimbulkan gejala berupa ruam bersisik dan terdapat pada sela-sela jari kaki. Kutu air berisiko tinggi dialami oleh orang yang kurang menjaga kebersihan kaki, jarang mengganti kaus kaki, dan sering menggunakan sarana publik seperti pemandian umum.
Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kondisi ini dapat memburuk dan menyebar ke bagian tubuh lain, bahkan memicu munculnya peradangan pada kelenjar getah bening. Kutu air merupakan kondisi di mana timbul selaput putih pada sela-sela jari kaki yang biasa disebabkan oleh jamur kulit.
Kaki yang lembap atau hangat merupakan lokasi favorit bagi jamur untuk tumbuh. Itulah mengapa risiko kutu air meningkat pada musim hujan. Jika Anda terkena kutu air, Anda akan merasa gatal dan nyeri pada sela-sela jari kaki. Kulit yang terinfeksi juga menjadi pecah-pecah dan terkelupas.
? GEJALA KUTU AIR
Kutu air menimbulkan gejala berupa ruam bersisik yang terasa gatal dan terdapat di antara sela-sela jari kaki. Gatal akan semakin terasa ketika pasien melepas sepatu dan kaus kaki setelah beraktivitas.
Kutu air juga dapat menimbulkan gejala lain, di antaranya:
1. Muncul lepuhan yang terasa gatal.
2. Kulit kering, menebal, mengeras, dan kasar di telapak atau sisi kaki.
3. Kulit retak dan mengelupas.
Kutu air juga dapat menyebar ke kuku jari kaki. Jika hal itu terjadi, maka pasien dapat merasakan gejala berupa perubahan warna kuku, serta penebalan dan kerusakan kuku.
? PENYEBAB KUTU AIR
Kutu air atau tinea pedis ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis jamur, namun yang paling sering adalah dermatophytes, jamur yang juga menjadi penyebab kurap. Jamur-jamur penyebab kutu air merupakan jamur yang hidup di lingkungan bersuhu hangat dan lembap, seperti kamar mandi dan kolam renang.
Seseorang dapat tertular jamur kutu air melalui sentuhan langsung dengan kulit yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi.
Setelah menular, jamur kutu air akan menetap dan berkembang biak di permukaan kulit. Ketika terdapat celah pada kulit, jamur kutu air dapat masuk ke dalam kulit dan menimbulkan infeksi.
Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kutu air, yakni:
1. Berkunjung ke area publik tanpa alas kaki.
2. Menggunakan sepatu yang ketat dan tebal.
3. Kaki sering berkeringat.
4. Tidak menjaga kebersihan kaki, seperti jarang mencuci kaki setelah beraktivitas dan menggunakan ulang kaus kaki yang belum dicuci.
5. Terdapat luka pada jari atau kuku jari kaki.
6. Berbagi benda pribadi, seperti handuk, kaus kaki, atau sepatu.
? CARA MENGOBATI KUTU AIR
Kutu air yang hinggap di kaki Anda tentu akan mengganggu aktivitas karena rasa gatal dan tidak nyaman yang ditimbulkan. Ada beberapa cara yang Anda dapat lakukan untuk mengobati kutu air yang membandel, mulai dari merendam kaki hingga menggunakan obat tertentu.
Jika kondisi Anda masih tergolong ringan, biasanya untuk mengobati kutu air maka dokter akan menyarankan penggunaan salep antijamur. Untuk mengeringkan bagian kulit yang melepuh dan berisi air, Anda bisa coba untuk merendam kaki ke dalam air yang sudah dicampurkan dengan sedikit cuka atau garam laut.
Jika kondisi kutu air yang Anda alami tergolong parah atau kutu air tidak kunjung hilang setelah menggunakan salep, biasanya dokter akan memberikan jenis obat yang lebih kuat untuk dioleskan pada bagian kutu air, serta antijamur berupa obat minum.
Tea tree oil juga dipercaya dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengatasi kutu air. Namun, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya, guna meminimalkan kemungkinan terjadinya efek samping.
Selain itu, pasien juga dapat melakukan perawatan lainnya guna membantu pemulihan kondisi. Beberapa upaya yang dapat dilakukan meliputi:
1. Usahakan kaki selalu kering dan bersih.
2. Hindari menggunakan kaus kaki yang terlalu tebal.
3. Hindari menggunakan kolam renang dan pemandian umum untuk sementara.
4. Tidak menggunakan kaus kaki yang belum dicuci.
5. Gunakan sandal untuk beraktivitas di tempat umum.
Pengobatan dapat berlangsung selama 2-4 minggu. Jika gejala tidak kunjung membaik, segera temui dokter. Dokter dapat memberikan krim antijamur lain yang tidak dijual bebas, seperti terbinafine atau tolnaftate, atau obat antijamur yang diminum.

? PENCEGAHAN KUTU AIR
Meskipun sudah hilang, kutu air tetap berpotensi untuk datang lagi, terutama pada kondisi kaki yang sering lembap. Potensi kembalinya kutu air akan semakin besar, jika Anda tidak melakukan upaya pencegahan. Untuk menghindari kembalinya kutu air, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan:
– Menjaga kebersihan kaki
Cuci kaki yang terinfeksi kutu air hingga bersih, kemudian keringkan dengan lembut sampai benar-benar kering.
– Rutin mengganti kaus kaki
Ganti kaus kaki Anda setiap hari, jangan gunakan kaus kaki yang sama dalam beberapa hari. Tidak hanya kaus kaki, sepatu juga perlu Anda ganti.
– Gunakan sepatu berbahan alami
Bantu kaki Anda bernapas dengan menggunakan sepatu yang terbuat dari bahan alami seperti kulit dan gunakan kaus kaki berbahan katun.
– Jangan gunakan pelembap di kaki
Jamur suka pada daerah yang lembap, jadi jangan gunakan pelembap pada bagian kaki jika Anda ingin menggunakan sepatu.
– Gunakan bedak di kaki agar tidak lembap
Gunakan bedak atau talc pada bagian kaki guna menghindari keringat yang menimbulkan kelembapan pada sela-sela kaki.
– Gunakan alas kaki saat berolahraga
Jika Anda sedang melakukan aktivitas, seperti gym atau berenang, usahakan untuk tidak telanjang kaki di area mandi atau ruang ganti. Lantai yang sudah terkontaminasi kutu air dapat membuat jamur menempel di kaki.
Ada berbagai cara mengobati kutu air yang dapat dilakukan. Yang tidak kalah penting yaitu mencegah kembalinya kutu air, dengan menjaga kebersihan kaki dan tingkat kelembapannya. Konsultasi ke dokter, jika kondisi kutu air semakin parah dan penggunaan obat oles tidak kunjung berhasil menghilangkan kutu air.
? KOMPLIKASI KUTU AIR
Komplikasi yang terjadi pada tiap penderita kutu air dapat berbeda, tergantung tingkat keparahan infeksi yang diderita. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah menyebarnya infeksi ke area tubuh lain, seperti kuku jari kaki, pangkal paha, dan tangan.
Pada tahap lanjut, infeksi yang menyebar dapat menyebabkan:
1. Limfangitis atau peradangan pada saluran kelenjar getah bening atau pembuluh limfatik.
2. Limfadenitis atau peradangan pada kelenjar getah bening.
Demikian informasi tentang “Kutu Air”, semoga pembahasan diatas dapat bermanfaat bagi kita untuk menjaga kehidupan yang lebih sehat. Karena sehat itu Mahal.
Salam Sehat.
