PENYABAB PENYAKIT KUNING (JAUNDICE)

? PENYAKIT KUNING (JAUNDICE) ?
Penyakit kuning dikenal dengan istilah Jaundice dalam istilah medis. Jaundice adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan warna kekuningan pada kulit dan bagian putih mata, tidak heran orang Indonesia memberi nama penyakit ini sebagai sebutan penyakit kuning.
Jaundice sendiri sebenarnya bukanlah merupakan suatu penyakit, melainkan suatu gejala yang didasari oleh suatu penyakit tertentu. Yang menyebabkan kulit bisa berwarna kuning sejatinya adalah bilirubin, tingkat kekuningan warna kulit dan putih mata akan bervariasi tergantung pada tingkat bilirubin.
?Bilirubin adalah bahan limbah yang ditemukan di dalam darah dan biasanya bilirubin dibuang bersama kotoran dan urin, bilirubinlah yang memberikan warna kuning kecoklatan pada kotoran dan kuning pada urin.
Bilirubin dihasilkan oleh hati dan disimpan di dalam empedu, oleh karena itu jika kedua organ ini beserta saluran-salurannya mengalami masalah, maka sirkulasi bilirubin akan mengalami masalah dan mungkin mengalami kebocoran sehingga kemungkinan terjadinya penyakit kuning akan semakin tinggi.
Biasanya peningkatan kadar bilirubin dalam darah akan membuat kulit berwarna kuning, sementara tingkat bilirubin yang sangat tinggi akan membuat kulit tampak berwarna coklat.
Sekitar 60% dari semua bayi yang lahir di Amerika Serikat memiliki penyakit kuning, sedangkan di Indonesia walaupun belum diketahui secara pasti prevalensi bayi yang mengalami penyakit kuning, tetapi penyakit kuning di kalangan bayi yang baru lahir juga tidak sedikit.
Walaupun sering kali penyakit kuning terjadi pada bayi yang baru lahir, penyakit kuning juga dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia.
? PENYEBAB PENYAKIT KUNING
Penyakit kuning disebabkan oleh gangguan pada proses pembentukkan dan pembuangan zat bilirubin. Normalnya, bilirubin yang terbentuk akibat penghancuran sel darah merah, akan mengalir di dalam darah dan dibawa ke organ hati untuk diolah lalu dibuang bersama urine dan tinja.
Pada penderita penyakit kuning, proses di atas tidak berjalan dengan semestinya. Akibatnya, bilirubin menumpuk di dalam darah dan jaringan tubuh sehingga membuat kulit penderitanya tampak kuning. Berdasarkan letak terjadinya gangguan pada proses di atas, penyakit kuning bisa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu penyakit kuning pre-hepatic, intra-hepatic, dan post-hepatic.
Penyakit kuning yang terjadi sebelum masuk ke organ hati (pre-hepatic). Penyakit kuning pre-hepatic timbul ketika sel darah merah hancur terlalu cepat atau terlalu banyak, sehingga membuat zat bilirubin dalam darah meningkat. Akibatnya, hati kewalahan memroses bilirubin, sehingga muncul gejala penyakit kuning.

Penyakit kuning pre-hepatic dapat disebabkan oleh sejumlah penyakit berikut:
? Anemia sel sabit
? Malaria
? Talasemia
? Sindrom Gilbert
? Sindrom Crigler-Najjar
? Sferositosis
? Defisiensi enzim G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenase)
? Anemia hemolitik autoimun (AIHA)
Penyakit kuning yang terjadi di dalam hati (intra-hepatic). Penyakit kuning intra-hepatic terjadi ketika hati mengalami kerusakan atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini menyebabkan bilirubin tidak dapat diolah untuk dibuang dari dalam tubuh.
Sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan penyakit kuning intra-hepatic antara lain: Hepatitis A-E, Konsumsi minuman beralkohol berlebihan, Sirosis, Kanker hati, Sindrom Dubin-Johnson, Kolangitis sklerosing primer, Demam kelenjar, Leptospirosis, Overdosis obat paracetamol, Penyalahgunaan NAPZA jenis ekstasi, Paparan zat kimia karbon tetraklorida atau asam karbolat (fenol) di lingkungan pekerjaan.
Penyakit kuning yang terjadi setelah melewati organ hati (post-hepatic). Bilirubin yang telah diolah oleh organ hati akan melewati saluran empedu dan organ pankreas, sehingga ketika saluran empedu dan pankreas mengalami peradangan, tersumbat, atau rusak mengakibatkan aliran bilirubin menjadi tidak lancar.
Ada sejumlah penyakit yang dapat menyebabkan penyakit kuning post-hepatic, di antaranya:
? Penyakit batu empedu
? Peradangan atau infeksi saluran empedu
? Kanker saluran empedu (cholangiocarcinoma)
? Tertutupnya saluran empedu pada bayi baru lahir (atresia bilier)
? Peradangan organ pankreas (pankreatitis)
? Kanker pankreas
Penyakit kuning atau ikterus pada bayi yang baru lahir merupakan kondisi wajar dan tidak berbahaya. Sejumlah kondisi di bawah ini dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit kuning pada bayi baru lahir:
☀ Terlahir prematur, sehingga organ hati belum terbentuk sempurna.
☀ Golongan darah bayi berbeda dengan golongan darah ibu.
☀ Gangguan dalam proses menyusui.
Namun, kadar bilirubin tetap ada batas wajarnya pada bayi baru lahir. Kadar bilirubin yang terlalu tinggi dapat memicu kerusakan otak yang disebut kernikterus.
? TANDA-TANDA & GEJALA
Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit kuning? Gejala yang paling khas dari penyakit kuning adalah kulit dan sklera mata penderita berwarna kuning. Gejala lainnya dapat berupa:
? Bagian dalam mulut berwarna kuning
? Urin berwarna gelap atau coklat seperti teh
? Feses berwarna pucat seperti dempul
Hampir kebanyakan orang yang sakit kuning akan mengalami badan gatal di samping gejala lainnya, terutama pada sore dan malam hari. Bahkan, gatal-gatal ini merupakan gejala penyakit kuning yang paling sulit dikontrol dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari.
Gatal yang muncul di malam hari dapat membuat Anda sulit tidur nyenyak. Rasa gatal yang kita rasakan sebenarnya dipicu oleh rangsangan yang disebut pruritogen. Contohnya adalah gigitan serangga atau iritan bahan kimia. Otak kemudian menerjemahkannya sebagai sensasi gatal. Sebagai respons dari rasa gatal, kita akan menggaruk atau mengusap daerah tersebut untuk menghilangkan iritan tersebut.
Nah, bilirubin (pigmen kuning) adalah salah satu zat pruritogen. Bilirubin terbentuk saat hemoglobin (bagian dari sel darah merah yang membawa oksigen) dipecah sebagai bagian dari proses normal daur ulang sel darah merah tua atau yang rusak.
Bilirubin dibawa dalam aliran darah menuju hati, untuk kemudian berikatan dengan empedu. Bilirubin kemudian dipindahkan melalui saluran empedu ke saluran pencernaan, sehingga bisa dibuang dari tubuh. Sebagian besar bilirubin dibuang lewat feses, sementara sisanya lewat urin.
Jika bilirubin menumpuk terlalu banyak dalam hati, bilirubin kemudian akan menumpuk terus di dalam darah dan tersimpan di bawah kulit. Hasilnya adalah badan gatal, yang umum dialami oleh orang yang sakit kuning. Selain itu, badan gatal sebagai gejala penyakit kuning juga mungkin disebabkan oleh garam empedu.
Garam empedu juga merupakan zat pruritogenik. Bedanya, keluhan gatal akibat garam empedu muncul sebelum warna kulit menjadi kuning. Badan gatal akibat garam empedu juga tidak menghasilkan kulit kemerahan yang terlihat bengkak.
Jika bagian putih mata Anda tidak kuning, Anda mungkin bukan terkena penyakit kuning. Kulit Anda dapat berubah menjadi warna kuning – oranye jika Anda mengonsumsi beta karoten berlebih yaitu pigmen oranye pada wortel. Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Gejala Penyakit Kuning yang dapat muncul selain perubahan kulit, mukosa membran dan mata bergantung dari penyakit yang mendasarinya. Namun, beberapa hal berikut dapat ditemukan di pasien, seperti:
? Urine dengan warna kecokelatan seperti air teh;
? Warna feses yang terang atau bisa menyerupai warna dempul;
? Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut;
? Demam. Dapat terjadi terutama jika penyakit yang mendasari adalah suatu infeksi; dan
? Mual dan muntah juga dapat terjadi.
? GEJALA SAKIT KUNING PADA BAYI ?
Perlu diingat, meskipun bayi Anda kuning, biasanya bayi yang mengalami jaundice fisiologis tidak menimbulkan gejala. Berikut hal-hal yang diwaspadai jika bayi Anda kuning.
? Tetap terlihat kuning setelah satu minggu dan warna kuningnya menyebar terus hingga ke lengan atau kaki.
? Tampak sakit dan lemas.
? Tidak mau makan.
? Rewel dan menangis terus.
? Memiliki lengan dan tungkai yang “keplek” (floppy arms and legs).
? Demam dengan suhu 38 derajat C atau lebih.
? Kejang.
? Kesulitan bernapas dan terlihat biru.
Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut pada bayi Anda yang kuning, maka Anda harus segera membawanya ke dokter untuk dicari penyebabnya dan ditangani lebih lanjut.
?FAKTOR-FAKTOR RISIKO?
Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit kuning? Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kuning adalah:
☀ Lahir prematur. Bayi yang lahir sebelum 38 minggu mungkin tidak mampu untuk memproses bilirubin secepat bayi cukup bulan. Selain itu, bayi akan makan lebih sedikit serta BAB menjadi lebih jarang, sehingga semakin sedikit bilirubin yang dikeluarkan melalui feses.
☀ Memar saat kelahiran. Jika bayi Anda memar akibat proses kelahiran, bayi Anda berisiko terhadap kadar bilirubin yang tinggi akibat pemecahan sel darah merah yang lebih banyak.
☀ Golongan darah. Jika golongan darah ibu berbeda dari bayi, bayi dapat menerima antibodi melalui plasenta yang menyebabkan sel darahnya terpecah lebih cepat.
☀ Pemberian ASI. Bayi yang menerima ASI, khususnya yang mengalami kesulitan perawatan atau sulit mendapat nutrisi yang cukup dari ASI, lebih berisiko menderita penyakit kuning. Dehidrasi atau konsumsi kalori rendah dapat berperan dalam terjadinya penyakit kuning. Meski begitu, karena keuntungan yang didapat dari ASI, para ahli tetap menganjurkannya. Jika Anda mencurigai si kecil terkena penyakit kuning, segera beritahu dokter.
? PENGOBATAN PENYAKIT KUNING ?
Pengobatan terhadap penyakit kuning atau jaundice tergantung pada penyakit yang mendasarinya. Pada kondisi pasien dengan thalasemia dan penyakit darah bulan sabit, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan dokter akan menentukan terapi lebih lanjut, seperti transfusi darah dan yang lainnya.
Pada infeksi hepatitis A karena merupakan sebuah infeksi yang dapat sembuh dengan sendirinya, pasien hanya memerlukan terapi suportif, tirah baring, banyak minum air, dan tidak memerlukan antibiotik karena penyebabnya adalah virus.
Berbeda dengan infeksi hepatitis C yang sudah ada obatnya, infeksi hepatitis B masih sangat sulit diobati, berbagai penelitian masih dilakukan, tetapi sampai saat ini belum ada obat yang dapat dengan pasti menyembuhkan penyakit hepatitis B ini. Penyakit sirosis hepar merupakan komplikasi akibat hepatitis C.
Setelah pengidap jatuh dalam kondisi ini, maka satu-satunya terapi definitif yang dapat dilakukan adalah transplantasi organ hepar. Namun, transplantasi hepar sangat sulit dilakukan dan terapi lainnya hanya berupa terapi suportif.
Pembedahan dapat dilakukan bagi pengidap keganasan (kanker) dengan melakukan pengangkatan pada tumor maupun organ terkait. Pengiap dengan batu empedu juga dapat menempuh jalur pembedahan untuk mengangkat seluruh kantung empedu beserta dengan batunya.
? PENCEGAHAN PENYAKIT KUNING ?
Langkah pencegahan yang bisa dilakukan juga tergantung dari penyakit apa yang mendasari kondisi dari jaundice ini. Umumnya :
? pre marital check up sebelum menikah dan konseling pra-nikah bisa dilakukan untuk mencegah beragam penyakit yang berhubungan dengan genetika.

? Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi juga dapat dicegah dengan vaksinasi dan dengan memodifikasi gaya hidup agar memiliki gaya hidup yang bersih dan sehat. Gaya hidup perlu diatur dari pola makan, kebiasaan berolahraga teratur, tidak merokok, menghindari narkoba, serta menghindari tato dan piercing.
? Balur dengan minyak Varash, caranya :
1. Balurkan Minyak VARASH di telapak kaki dan jari kaki.
2. Selanjutnya balurkan Minyak VARASH dari tulang ekor sampai leher (sepanjang tulang punggung).
3. Daerah perut, perut bawah, pinggang balurkan dengan seksama dan niatkan untuk sembuh.
Lakukan terapi ini 3-5 kali sehari dan setiap habis terapi minumlah air putih hangat.
Demikianlah informasi yang bisa saya sampaikan tentang penyakit kuning, semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu serta pengetahuan kita tentang hidup sehat, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, hormat saya salam sehat.
Varash, sentuhan cinta yang menyembuhkan ?
